Tampilkan postingan dengan label resiko kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resiko kehamilan. Tampilkan semua postingan

Senin, 27 Juni 2016

Hal Penting Yang Harus Dilakukan Suami Dalam Proses Perencanaan Kehamilan

20.09
Sudah banyak artikel yang mengulas tentang apa yang harus dipersiapkan oleh seorang istri dalam rangka mempersiapkan atau merencanakan kehamilan, mulai dari menjaga makanan dan minuman, memperbaiki nutrisi hingga berolah raga secara teratur. Akan tetapi tidak hanya istri yang perlu menjalani pola hidup yang sehat agar proses pembuahan dapat segera terjadi, suami juga harus berperan aktif agar istri dan janin yang dikandungnya sehat dan kehamilan berjalan lancar. Berikut ini hal hal yang harus diperhatikan.
Jika anda (suami) sedang menjalani masa pengobatan dan harus secara rutin mengkonsumsi obat obatan dengan jangka waktu yang cukup lama, anda perlu mengkonsultasikan hal tersebut dengan ahli atau dokter anda. Karena terdapat obat obatan yang bisa berpengaruh terhadap kualitas dan kuantitas sperma yang anda hasilkan. Biasanya ketika anda berhenti mengkonsumsi obat obat tersebut, pengaruhnya terhadap sperma anda juga akan hilang. Jadi, sebaiknya mintalah rekomendasi terhadap dokter yang menangani anda agar sebisa mungkin diberikan obat yang aman atau tidak berpengaruh terhadap produksi sperma.
Apakah dalam silsilah anggota keluarga anda ada yang memiliki penyakit keturunan? Carilah informasi tentang hal tersebut. Jika ternyata ada anggota keluarga anda memiliki penyakit keturunan, sebaiknya anda melakukan konsultasi dengan dokter kandungan yang menangani program kehamilan anda dan istri agar mendapatkan penjelasan tentang resiko yang mungkin akan anda hadapi, juga menghindari dan meminimalisir kemungkinan buah hati anda nanti lahir dalam keadaan yang tidak sehat atau tidak sempurna.

Diet atau merubah pola makan ke makanan dan minuman yang lebih sehat juga harus anda lakukan sebagai seorang suami, tidak hanya oleh istri. Jika makanan dan minuman yang anda konsumsi lebih sehat kaya akan nutrisi, maka kualitas dan kuantitas sperma anda pasti juga akan menjadi semakin baik. Asam folat yang terkandung dalam jus jeruk, sayuran yang memiliki daun hijau, sereal; zinc yang terkandung dalam daging dan telur: serta vitamin C yang terkandung dalam jeruk, kiwi, brokoli, dan asparagus adalah beberapa contoh makanan yang dapat membantu meningkatkan kesuburan anda.

Alkohol, obat-obatan dan rokok (bahkan dalam bentuk tembakau kunyah) juga sangat mempengaruhi kualitas dan kuantitas sperma anda. Seorang suami yang 1 bulan sebelum pembuahan masih mengkonsumsi minuman beralkohol akan mengakibatkan resiko serius terhadap janin, yaitu janin atau bayi akan memiliki berat badan yang lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata berat bayi pada umumnya. Jadi jika anda dan istri sedang merencanakan atau mengikuti program kehamilan, anda harus meninggalkan ketiga hal tersebut. Istri dan si kecil nantinya akan menjadi perokok pasif yang memiliki resiko sama dan bahkan lebih besar dibandingkan perokok aktif jika anda masih melakukan kebiasaan merokok ketika istri hamil.

Paling tidak 3 bulan sebelum pembuahan, sebisa mungkin anda juga harus menghindari interaksi dengan bahan kimia seperti pestisida dan pelarut organik. Carilah informasi atau cara apa yang bisa anda lakukan untuk meminimalisir resiko anda terpapar bahan-bahan tersebut jika pekerjaan anda membuat anda sering berinteraksi atau melakukan kontak dengan bahan tersebut; karena bahan bahan tersebut dapat memperbesar resiko bayi terlahir prematur bahkan dengan kondisi cacat, selain dapat menghambat proses pembuahan.

Perencanaan kehamilan tidak hanya sebatas mempersiapkan diri secara lahir dan batin, persiapan kondisi keuangan dan merencanakan biaya juga sangat penting. Siapkan dan simpan sejumlah uang yang mungkin bisa anda sisihkan setiap bulannya sebagai anggaran biaya kesehatan dan biaya pendidikan anak anda nanti sampai dia dewasa. Anda juga bisa melakukan konsultasi dengan konsultan atau ahli perencana keuangan jika perlu.

Pilih pakai boxers atau briefs? Memang Ada beberapa ahli yang lebih menyarankan untuk memakai boxers, karena penggunaan briefs dianggap bisa mengganggu produksi sperma; walaupun sampai saat ini belum ada penelitian yang valid yang bisa membuktikan pengaruhnya terhadap produksi sperma anda. Jadi anda bisa mencoba beralih menggunakan boxers jika selama ini anda mungkin masih menggunakan briefs kalau anda ingin benar-benar yakin. Penyesuaian pakaian ini mungkin bisa memperbaiki kesuburan dan kualitas sperma, juga mendukung rencana kehamilan anda dan istri.

Dalam jangka waktu 3 bulan sebelum perencanaan anda harus menjauhi bak air panas, sauna, juga hindari mandi menggunakan air yang terlalu panas. Suhu yang panas bisa merusak dan membunuh sel sperma anda. Sel sperma membutuhkan waktu paling tidak 3 bulan untuk melakukan regenerasi; jadi jika anda cukup lama berendam di bak air panas pada bulan Januari, sperma anda baru akan benar-benar pulih ketika bulan April.

Anda yang memiliki hobi bersepeda juga harus waspada. Ada sebuah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan bersepeda dengan durasi lebih dari 2 jam per hari selama 6 hari dalam seminggu dapat mengakibatkan volume, jumlah dan stamina sperma berkurang dan menurun. Jika anda tetap ingin bersepeda, batasi durasi bersepeda, gunakan celana yang tidak terlalu ketat dan pilihlah sadel sepeda yang paling empuk; karena pemakaian celana yang terlalu ketat ketika bersepeda memiliki efek samping yang sama dengan mandi menggunakan air yang terlalu panas atau berendam di bak air panas. Sadel sepeda yang terlalu keras juga dapat mengakibatkan menurunnya jumlah sperma yang dihasilkan.

Merencanakan kehamilan bisa menjadi suatu hal yang tidak biasa dan terasa sangat menegangkan jika prosesnya berlangsung cukup lama. Untuk menghilangkan stress, lakukanlah olah raga dan jagalah pikiran anda agar tetap tenang dan rileks. Badan yang sehat dan pikiran yang rileks bisa membantu proses perencanaan kehamilan anda dan istri menjadi lebih menyenangkan, walaupun sebenarnya belum ada penelitian yang mampu membuktikan bahwa olahraga bisa meningkatkan peluang terjadinya pembuahan.

Rabu, 08 Juni 2016

Merencanakan Kehamilan Pada Usia 30 Tahun Atau Lebih

12.44
Sebagian besar orang berpendapat bahwa usia 30 tahun adalah usia yang sangat matang untuk merencanakan kehamilan, karena pada umumnya di usia inilah seorang wanita sudah mantap dalam berkarir dan dari segi perekonomian juga dipandang sudah lebih mapan jika dibandingkan dengan wanita pada rentang usia 20 tahunan. Dari segi mental pun, pasangan suami istri pada usia sekitar 30 tahunan juga dianggap lebih siap untuk menerima anugerah berupa anak; pada rentang usia tersebut, seorang pria ataupun wanita sudah puas menjalani petualangannya di masa muda dan siap memulai petualangan baru dalam sebuah keluarga kecil, menjadi orang tua.
Namun, jika secara fisik si wanita sudah menginjak usia 30 tahun bagaimana? inilah yang perlu diperhatikan. Seorang wanita pada rentang usia 20 tahunan memiliki kesuburan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan wanita pada rentang usia 30 tahunan. Para ahli atau dokter kandungan pasti akan menyarankan kepada pasangan yang terutama sang wanitanya sudah menginjak usia 30 tahun untuk tidak lagi menunda kehamilan dan segera memulai merencanakan kehamilan ataupun mengikuti program kehamilan dikarenakan tingkat kesuburan seorang wanita pada usia tersebut sudah menurun drastis, apalagi jika pasangan tersebut merencanakan untuk memiliki lebih dari satu anak.


Lalu, apa keuntungan atau kekurangannya jika baru berencana untuk memiliki bayi pada usia 30 tahun ?

Keuntungan

  • Dalam hal keuangan, biasanya lebih stabil.                                                                  
Seorang wanita pada usia 30-an mungkin jika dibandingkan wanita usia 20 tahunan sudah memiliki lebih banyak aset maupun tabungan. Apalagi jika pada saat hamil nanti si wanita berencana untuk mengundurkan diri dari perusahaan, berhenti kerja.. pastinya butuh jaminan finansial yang baik.
  • Fisiknya masih kuat dan mampu untuk menjalani kehamilan.                                 
Walaupun pada usia ini seorang wanita tidak lagi se-kuat dan se-bugar seperti wanita pada usia 20-an, wanita pada usia 30-an tentunya secara stamina masih mampu untuk menjalani kehamilan selama 9 bulan kedepan dan melakukan persalinan secara normal nantinya.              
  • Memiliki peluang yang lebih besar untuk mengandung bayi kembar.                           
Pernah dilakukan penelitian dan didapati fakta yang mengejutkan, seorang wanita memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan bayi kembar ketika mereka berada pada usia 35 sampai usia 39 tahun. Jika pada usia yang lebih muda atau 20-an seorang wanita hanya memproduksi 1 sel telur saja selama masa subur atau siklus menstruasi, maka di usia 35 sampai 39 tahunan tubuh seorang wanita akan lebih banyak memproduksi hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone). Ketika produksi hormon tersebut meningkat, maka meningkat juga kemungkinan produksi lebih dari 1 sel telur ketika masa subur atau per siklus menstruasi. Wah, sepertinya malah ada yang tertarik untuk mengikuti program bayi kembar nih.. :)

Kekurangan

  • Pada usia ini, kesuburan seorang wanita sudah sangat menurun.                                
Seperti yang sudah disebutkan tadi, tingkat kesuburan seorang wanita ketika memasuki usia 30 tahun sudah menurun drastis jika dibandingkan dengan wanita pada usia 20 tahunan. Perbedaan tersebut akan sangat terlihat ketika nanti menginjak usia 35 tahun.                                              
  • Resiko keguguran dan cacat pada janin lebih rawan.                     
Wanita yang hamil ketika sudah menginjak usia 35 tahun memiliki resiko keguguran dan Dawn Syndrome yang lebih besar pada bayi. Sebab itu maka para ahli atau dokter kandungan biasanya akan menyarankan kepada wanita usia 35 tahun ke atas yang sedang hamil untuk melakukan pemeriksaan dan melakukan beberapa test seperti pengambilan sampel plasenta atau tali pusar untuk diuji di laboratorium (Chorionic Villus Sampling /CVS) dan test air ketuban (Amniocentesis)

Untuk para calon bunda yang berusia 30 tahun atau lebih dan sudah menunggu kehamilan selama lebih dari 1 tahun, bunda dan suami sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter kandungan atau pakar kesuburan lainnya untuk penanganan terbaik. Buku Tips Rencana Hamil Sehat oleh Dokter Rosdiana Ramli, SpOG (silahkan di-klik) ini juga bisa dipakai sebagai pendamping dan pelengkap bagi calon bunda dan suami dalam merencanakan kehamilan.

Semoga berhasil bun...  :)